tugas paper sistem informasi manajemen..

Dosen: Dr. Ir ARIF IMAM SUROSO, M.Sc

Tanggal 24 maret 2012..

CASE STUDY CENTENE, FLOWSERVE ANDA SHAW INDUSTRIES:
RELATIONSHIP, COLLABORATION AND PROJECT SUCCESS

File lengkap dapat di download pada link di bawah ini…

CASE STUDY CENTENE, FLOWSERVE ANDA SHAW INDUSTRIES - Resti Nurianingsih

Based on lecture by Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc

Marketing Class R-47
Master of Management and Business Agricultural University

————————————————————————————————————————————————————————–

Motto kehidupan yang memiliki arti…

 

““Tidak ada impian yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha tidak setinggi impian”

Based on lecture by Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc

Marketing Class R-47
Master of Management and Business Agricultural University

————————————————————————————————————————————————————————

Inspirational Words:

  • “Supply military is a huge business”
  • “Building a Town, not Just a Company”
Marketing Concept:
Dalam cuplikan film yang diputarkan pada kuliah pemasaran, Selasa, 21 Februari 2012 mengenai chocolate war, terdapat marketing concept yang digunakan untuk mempertahankan pangsa pasar dan merebut pangsa pasar lawan, diantaranya adalah:
  • Diferensiasi produk melalui brand extention, dimana hershey melakukannya dengan mengeluarkan produk baru berupa mint (Ice Breakers), desert bar untuk militer, Hershey’s Kisses, Hershe’s Bliss, Twizzler, Kit Kat, Reese Bar,  dan lain-lain, sedangkan Mars melakukannya dengan mengeluarkan Musketeers, Milky Way, M&M, Snickers, dan lain lain.
               
                                       Hershey                                                         Differensiasi Produk (Hershey Kisses)
  • Bagaimana cara Bill Dearden memegang Hershey agar bangkit dari kekalahan pasar dengan pemimpim pasarnya Mars, yaitu melakukan “pencurian” kepala departemen pemasaran Mars untuk melakukan peningkatan dari keterpurukan agar strategi pasar Mars dapat diketahui oleh Hershey.
  • Usaha yang dilakukan Mars untuk merebut kembali pangsa pasar yang telah dimiliki Hershey yaitu dengan Mars bertumpu pada strategi distribusi dengan mengembangkan penyebaran distribusinya ke benua lain dan memanfaatkan jalur distribusi di Arab dan Kuwait untuk memasok kebutuhan militer Amerika Serikat.
  • Disaat Hershey sedang mengalami kekalahan dalam menjalankan strategi pemasarannya, Mars melakukan promosi besar-besaran dengan salah satunya melakukan iklan untuk chocolate M&M

Based On Lecturer by Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan

Marketing Class R-47 Graduate Program of Management and Business Bogor Agricultural University ( Institut Pertanian Bogor)

Tuesday, 14th February 2012

 

Diskusi dilaksanakan pada Ruang Kelas Damar MB IPB, terdiri dari dua sesi diskusi yang membahas 6 Bab dari Buku Pemasaran Strategik: Perspektif Value Based Marketing dan Pengukuran Kinerja.

Pertanyaan diskusi yang dijawab pada posting ini adalah pertanyaan untuk kelompok Orange (presentator kedua), terkait Pangsa Pasar (Bab 4), Pentrasi Pasar (Bab 5), dan Perhitungan Biaya & Estimasi (Bab 6).  3 pertanyaan pertama, sudah dijawab langsung dalam diskusi, dan 7 pertanyaan berikutnya dijawab via posting blog ini.

Berikut adalah jawaban pertanyaan presentasi Kelompok Orange saat diskusi kelas manajemen pemasaran buku Manajemen Strategik karangan  Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M. Sc.

 

1. BENEDICTUS PERMADI (KELOMPOK BIRU)

Pertanyaan: Pada saat Reebok diakuisisi oleh Adidas, bagaimanakah strategi manajemen Reebok agar  tetap baik dan membagi endorsement antara Adidas dan Reebok?

Jawaban:

Pada kasus ini, Reebok dipertahankan namanya oleh Adidas sehingga tidak kehilangan kesetiaan pelangggannya. Untuk endorsement, mereka memakai  penetrasi pasar atau brand share sehingga masing-masing merek tetap dipertahankan keunggulan produknya.

Misal  : untuk club sepakbola Liverpool yang awalnya disponsori oleh Reebok beralih ke Adidas karena Adidas merasa produknya lebih mempunyai keunggulan pada cabang olahraga sepakbola akan tetapi Adidas mempertahankan brand Reebok pada cabang olahraga tenis dan lari.

 

2. MARTHA ABRIANSYAH (KELOMPOK BIRU)

Pertanyaan: Adakah peluang bagi market nicher untuk meningkatkan market share? Jika ada, bagaimana caranya?

Jawaban:

Ada, market share dapat dihitung dengan menggunakan formula di bawah ini:

Market Share = Share of Preference x Share of Voice  x Share of Distribution

Dengan meningkatkan market share, perusahaan dapat memaksimisasi profitabilitasnya melalui economies of scale, mendorong reputasi dan meningkatkan bargaining power mereka.

Meski demikian, peningkatan market share tidak selalu diinginkan. Misalnya, ketika target market share dicapai dengan meningkatkan pengeluaran promosional atau menurunkan harga, profit keseluruhan dapat menurun. Berkaitan dengan market nicher, jika market share perusahaan yang melayani niche market meningkat, kompetitor yang kapabel mungkin akan merasa terancam dan memutuskan untuk memasuki pasar niche tersebut.

Sebuah market nicher yang ideal dapat secara konsisten memproduksi produk yang berkualitas dan inovatif. Menjadi market nicher memungkinkan perusahaan untuk berkonsentrasi merespon needs dari sekelompok kecil customers tanpa mengorbankan kesempatan mereka untuk menarik perhatian pasar yang lebih besar. Oleh karena itu, market nicher dapat mengoptimalkan profitabilitasnya melalui kemampuannya menentukan harga yang lebih tinggi, yang pada akibatnya menghasilkan margin yang menguntungkan bagi perusahaan.

Bagaimanapun, terdapat beberapa contoh niche player sukses yang telah berkembang menjadi sebuah household name, seperti Laurastar, perusahaan Swiss yang memproduksi alat setrika high-end dengan hasil baju seperti keluar dari laundry. Berikut ini adalah beberapa cara seorang market nicher dapat mempertahankan posisinya ketika memasuki pasar yang lebih besar:

Berinovasi : Ketika menghadapi kompetisi dari pemain yang lebih besar dengan sumber daya substansial dan economies of scale, nicher players dapat merespon dengan inovasi dan produk yang lebih berkualitas, daripada melalui cost-cutting.Memperhatikan Pegawai : Untuk menawarkan produk dan pelayanan yang superior, membutuhkan hiring, training dan retaining pegawai berkualitas. Niche player biasanya membayar gaji lebih tinggi daripada rata-rata industri dan menawarkan employee benefits yang menggiurkan.

Sebagai kesimpulan, disamping beberapa kesulitan, kunci kesuksesan dalam menjadi seorang niche player adalah terus berkomunikasi dengan pelanggan, mengerti kemauan mereka dan menjaga fokus pada kemauan tersebut dengan komitmen kepada inovasi yang berkesinambungan.

 

3. IRFANIYA HIKMIYA BUSTAN (KELOMPOK PINK)

Pertanyaan: Apakah mungkin menciptakan kesetiaan konsumen tanpa menciptakan kepuasan konsumen terlebih dahulu?

Jawaban: 

Sangat mungkin jika seandainya pasar yang dihadapi adalah pasar monopoli, karena pada dasarnya keloyalan konsumen di pasar monopoli diciptakan atas kebutuhan konsumen terhadap produk tersebut tanpa memikirkan puas atau tidaknya konsumen terhadap pelayanan produsen, sehingga switching cost-nya sangatlah kecil. Apalagi jika seandainya produk tersebut adalah produk yang sifatnya primer jadi meskipun konsumen tidak puas maka mereka tidak akan berpindah karena tidak ada pilihan lainnya yang dapat memenuhi kebutuhan mereka.

Contoh: PLN, PT. KAI, PDAM

 

4. EDNAN SETRYAWAN WIBOWO (KELOMPOK PINK)

Pertanyaan: Apakah nilai market share tetap penting untuk diketahui oleh pihak manajemen perusahaan, bila perusahaan tersebut termasuk perusahaan monopoli? Mengapa?

Jawaban:

Perusahaan monopoli adalah perusahaan yang menguasai pasar secara tunggal. Perusahaan monopoli dapat terjadi secara alamiah atau karena ditunjuk oleh pemerintah untuk menguasai dan mengolah sumber-sumber tertentu. Perusahaan monopoli tetap membutuhkan nilai market share, terutama perusahaan monopoli secara alami ataupun dapat dikatakan sebagai perusahaan yang mampu menguasai seluruh pangsa pasar (nilai market share: 90%) lewat produk yang dihasilkan. Salah satunya ialah Indofood yang mampu menguasai pangsa pasar mie instant diatas 90% . Sehingga Indofood perlu memantau pangsa pasar agar tetap mengusai pangsa pasar mie instant di atas 90%. Sedangkan untuk perusahaan monopoli yang memang ditunjuk pemerintah untuk menguasai sumber daya tertentu contoh perusahaannya ialah pertamina. Pertamina merupakan perusahaan monopoli untuk minyak yang ada di seluruh Indonesia. Namun kita tidak dapat memungkiri, dengan adanya AFTA (perdagangan bebas) perusahaan minyak luar negeri seperti Shell dan Petronas masuk ke Indonesia. Dengan itu, pertamina saat ini tidak murni sebagai perusahaan monopoli di tataran Indonesia. Oleh karena itu, pertamina tetap membutuhkan nilai pangsa pasar bagi penjualan baik pasar di Indonesia maupun di internasional.

 

5. DEA ANUGRAH UTAMI (KELOMPOK PINK)

Pertanyaan: Untuk meningkatkan penetrasi pasar, salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan meningkatkan pelayanan, adakah contoh kasus nyatanya? Apabila dengan meningkatkan pelayanan penetrasi pasar tetap tidak meningkat, bagaimana upaya yang harus dilakukan perusahaan?

Jawaban :

Salah satu contoh nyata dimana pelayanan merupakan salah satu upaya peningkatan penetrasi pasar adalah yang dilakukan oleh perusahaan yang bergerak dibidang industri migas yaitu Shell. Selain melayani konsumen yang ingin membeli bensin, Shell juga memberikan pelayanan lebih yaitu jasa pembersihan kaca mobil depan dengan gratis. Melalui pemberian jasa tersebut, konsumennya diharapkan memiliki pengalaman positif ketika membeli produk shell serta menambah loyalitas konsumen sehingga kembali menggunakan produk Shell.

Ketika dengan strategi pelayanan perusahaan belum berhasil meningkatkan penetrasi pasar, maka perusahaan dapat menggunakan strategi lain misalkan dengan pemberian diskon atau penetapan harga yang rasional dan kompetitif. Selain itu, inovasi produk maupun kemasan yang lebih atraktif juga merupakan upaya yang dapat dilakukan perusahaan dalam penetrasi pasar. Ketika melalui pelayanan penetrasi pasar suatu perusahaan belum berhasil dicapai, maka perusahaan hendaknya lebih fokus pada kualitas produk dan upaya komunikasi pemasaran yang lebih baik.

 

6. ASTRID HARERA VALENTINA (KELOMPOK PINK)

Pertanyaan: Bagaimana seorang pemasar menggunakan konsep balance scorecard terhadap strategi pemasarannya?

Jawaban:

Konsep balance scorecard adalah metode pengukuran yang digunakan untuk menyeimbangkan aspek keuangan dan aspek non keuangan. Dalam strategi pemasaran, pengukuran kinerja dengan menggunakan  Balanced Scorecard  lebih sering dilakukan dalam konteks penerapannya pada perusahaan atau organisasi yang bertujuan mencari laba (profit-seeking organisations). Pada intinya balance scorecard menerjemahkan tujuan perusahaan, pengukuran performa, dan inisiatif yang disarankan kepada seluruh pegawai yang ada dalam perusahaan tersebut.

Maka dari itu, dalam membuat strategi pemasaran, manajer pemasaran akan berpedoman pada balance scorecard dalam formulasi marketing mix. Misalnya, ketika merencanakan kampanye pemasaran, manajer perlu melihat objektif pemasaran yang ingin dicapai oleh perusahaan (misal: meningkatkan market share, mengembalikan brand image, merubah positioning), Dengan demikian, formulasi kampanye pemasaran akan dapat disesuaikan untuk mencapai objektif perusahaan. Balance scorecard juga menjelaskan performance measure atau pengukur performa yang akan sangat berguna di tahapan monitoring dan evaluasi, di mana kesuksesan kampanye pemasaran akan diukur berdasarkan performance measure yang sudah ditetapkan dalam balance scorecard.

 

7.  IMAM KAMARUDIN SALEH (KELOMPOK PINK)

Pertanyaan: Apakah ada hubungan segmentasi geografis dengan strategi perusahaan untuk mengembangkan pangsa pasar baru?

Jawaban :

Ada.

Segmentasi pasar dilakukan dengan mengelompokkan pelanggan dengan karakteristik yang kurang lebih sama.  Maksud pengelompokkan ini didasari bahwa produsen jasa/produk tidak bisa memuaskan semua orang dalam suatu pasar.  Terlalu banyaknya pelanggan, sangat berpencar dan tersebar serta

bervariatif dalam tuntutan kebutuhan dan keinginannya.  Karena konsumen  yang terlalu heterogen itulah maka  perusahaan perlu mengelompokkan pasar menjadi segmen-segmen pasar, lalu  memilih dan menetapkan segmen pasar tertentu sebagai sasaran.

Dengan adanya hal ini, maka perusahaan terbantu  untuk mengidentifikasi peluang pasar dengan lebih  baik, sehingga perusahaan dapat mengembangkan produk yang tepat,  dapat menentuan saluran distribusi dan periklanan yang sesuai dan efisien sehingga pangsa pasarnya luas.

Segmentasi atas dasar Geografis, dilakukan dengan  cara membagi pasar kedalam unit-unit geografis seperti negara, propinsi,  kabupaten, kota, desa, dan lain sebagainya.  Akan tetapi, produk/jasa yang dipasarkan harus memperhatikan  perbedaan kebutuhan dan selera yang ada dimasing-masing daerah/negara.

Sebagai contoh :

  1. Pizza Hut  menyadari tidak semua orang memiliki selera yang sama. Pizza yang biasa dimakan dengan saus tomat dan cabe di Indonesia,  di China diganti dengan saos wijen.
  2. Penjualan Air Conditioner lebih banyak di kawasan Asia dibandingkan kawasan negara lainnya karena faktor cuaca.

 

8. DANIKA RETA ARTHA (KELOMPOK KUNING)

Pertanyaan: Untuk meningkatkan pangsa pasar, perusahaan sering melakukan corporate action, sebagai contoh melakukan akuisisi. Bisakah kelompok anda memberikan contoh lain sehingga perusahaan dapat meningkatkan pangsa pasarnya (kemukakan menurut kelompok orange, bukan dari yang sudah dari internet)!

Jawaban:

Perusahaan memiliki banyak cara untuk dapat meningkatkan pangsa pasar (market share) seperti melakukan diferensiasi produk yang sejenis dan inovatif agar dapat memperluas market share-nya karena para konsumen tertarik dengan produk yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut tetapi tidak menggangu produk sejenis yang telah dikeluarkan pertama kali  yang  dikeluarkan perusahaan tersebut.

Contohnya: Perusahaan Coca-cola mendiferensiasikan produknya dengan menambah produk baru yaitu Fanta dan Sprite tanpa mengganggu produk utamanya. Kemudian Fanta dideferensiasikan lagi dengan berbagai rasa untuk meningkatkan pangsa pasar di kalangan konsumen yang menyukai rasa-rasa tertentu pada minumannya.

 

Thanks You,

 

Best Regard

Resti Nurianingsih

Resti Nurianingsih

Based On Lecturer by Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan

Marketing Class R-47 Graduate Program of Management and Business Bogor Agricultural University ( Institut Pertanian Bogor)

Wednesday, 08th February 2012

Marketing mix adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan kombinasi empat pembentuk inti sistem pemasaran dalam sebuah organisasi. Keempat unsur tersebut terdiri dari 4P dan 4C. Gambar dan Ilustrasi dapat dilihat berikut ini:

1. Product – dari sisi konsumen merupakan Customer Solution

Produk merupakan elemen yang paling penting karena berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi “kebutuhan dan keinginan” dari konsumen dengan jumlah yang tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya yang terbatas yang dimiliki perusahaan. Konsumen tidak melihat dalam bentuk sebuah barang tetapi bagaimana solusinya atau manfaat utilitarian atau manfaat fungsionalnya.

2. Price – dari sisi konsumen merupakan Customer Cost

Harga produk atau jasa ditentukan dari besarnya pengorbanan yang dilakukan perusahaan untuk menghasilkan barang/jasa tersebut dala memperoleh laba atau keuntungan yang diharapkan. Harga bagi konsumen dangat relatif. Harga dapat terlihat mahal jika sudah dipasarkan dengan merek dan dengan kualitas yang sesuai dengan harga.

3. Promotion – dari sisi konsumen merupakan Communication

Promosi berhubungan dengan berbagai usaha  untuk memberikan informasi kepada pasar mengenai produk/jasa yang ditawarkan. Pengertian promosi dalam arti sempit adalah insentif yang diberikan kepada konsumen dalam bentuk diskon, hadiah, bonus, atau bisa dikatakan sales promotion. Pengertian promosi dalam arti luas mencangkup iklan dan personal selling.

4. Place (distribution) – dari sisi konsumen merupakan Convenience

Jalur distribusi menentukan metode penyampaian produk/jasa yang efektif  dengan harapan produk/jasa tersebut berada diantara kebutuhan dan keinginan konsumen yang tidak terbatas (unlimited wants). Tempat yang strategis akan membuat konsumen membelanjakan uangnya untuk memenuhi kebutuhannya dengan lebih mudah terjangkau.

4P tersebut kemudian dikembangkan menjadi 7 P, dengan penambahan 3 P lainnya. Perusahaan yang bergerak dibidang jasa melakukan pengembangan lagi dalam pemarasan produknya dimana 3 P + 1 P adalah sebagai berikut :

1. People, dari sisi konsumen merupakan Customer Contact

People atau sumber daya manusia adalah orang yang terlibat lansung dalam suatu aktivitas pemasaran suatu jasa dan merupakan salah satu faktor penting dalam penentu keberhasilan produk yang dipasarkan. Contoh real yang terjadi di masyarakat adalah di perbankan, dimana nasabah yang datang dilayani dengan baik oleh teller untuk nasabah yang ingin mempunyai tujuan dengan transaksi keuangan dan oleh customer service untuk nasabah yang memiliki tujuan yang lebih khusus lagi.

2. Process, dari sisi konsumen merupakan How Customer Gets Services

Pelayanan jasa sangat tergantung dari servis yang diberikan perusahaan kepada pada pelanggannya. Layanan yang dapat memuaskan para pelanggannya, perusahaan akan mendapatkan loyalitas dati para pelanggannya. Proses adalah serangkaian prosedur atau mekanisme atau aktivitas dalam menghasilkan suatu jasa dan pelayanan customer yang dikenal dengan Customer Management Process atau Standard Operational Procedure dimana mutu pelayanan suatu perusahaan dapat dipertahankan.

3. Physical Evidence, dari sisi konsumen merupakan How To Convenience Customer

Terkait dengan adanya bukti untuk menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan perusahaan telah memuaskan. Dibuktikan dengan adanya standarisasi atau sertifikasi, bukti saksi, dll. Dalam mempertahankan loyalitas pelanggan, jasa yang diberikan harus memberikan value added sehingga pelanggan akan loyal terhadap produk/jasa dalam jangka waktu lama (long term relationship).

4. Performance

Market performance adalah bagian dari kinerja perusahaan dalam menentukan strategi pemasaran dengan meingkatkan value-based marketing melalui jalur distribusi, pelanggan, pemasok dan merek. konsep ini menunjukkan keefektifan, prestasi, atau keatraktifan pasar suatu produk perusahaan. performance dalam perusahaan yang berbasis perusahaan jasa kenal sebagai performance fee, dihitung dalam bentuk persentase (%) yang berdasarkan keuntungan / imbalan hasil yang diperoleh sebagai hasil dari dana yang dikelola. Semakin besar hasil yang diperoleh dari kinerja karyawan maka makin besar imbalan jasa yang diperoleh hedge fund.

 

Studi Kasus O’Brien Sistem Informasi Manajemen (SIM)

(Rabu, 07 Februari 2012)

Sistem informasi merupakan teknologi penting dalam manajemen perusahaan yang berhubungan dengan aktivitas seseorang dalam berkomunikasi. Untuk dapat mengembangkan suatu sistem informasi ke orang banyak, diperlukan teknologi informasi yang sesuai dengan karakteristik perusahaan sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas secara signifikan.

Studi kasus yang dibahas dalam tugas pertama ini mengenai dasar-dasar informasi dalam bisnis dan persaingan dengan menggunakan teknologi yang terdapat dalam bukuManagement Information System tahun 2010 oleh JamesO’Brien. Tugas ini  berisi contoh-contoh kasus di dunia, yang disusun oleh:

Kelompok III (Orange)

Annisa Rahma Herdyana P056111051.47
Dian Lestari Pujiastuti P056111131.47
Euis Solihah P056111161.47
Leonardus Nikolas P056111261.47
Nur Shabrina P056111301.47
Raden Pradizta Romadona P056111321.47
Regawa Indramahardhika Gadas P056111331.47
Resti Nurianingsih P056111341.47
Ridwan Idham P056111351.47
Sheila Nuraisha Hanif P056111381.47
File lengkap dapat di download pada link dibawah ini:
Studi Kasus O'Brien SIM (Kelompok Orange)
Terima Kasih